Pemkab Sijunjung Sambut Kepulangan M Husni Sabil Korban TPPO Myanmar - 24 Inews

Breaking

Rabu, 31 Mei 2023

Pemkab Sijunjung Sambut Kepulangan M Husni Sabil Korban TPPO Myanmar

 




24INEWS.COM - Bupati Sijunjung Benny Dwifa diwakilkan sekda kabupaten Sijunjung 
Zefnihan menggelar Konferensi Pers di rumah dinas bupati kabupaten Sijunjung pada Selasa 30/5/23.

Hal ini terkait 24 orang warga negara Indonesia (WNI) antaranya Muhammad Husni sabil yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjebak di wilayah konflik di perbatasan Myanmar-Thailand telah kembali ke kabupaten Sijunjung.

Kedatangan Muhammad Husni sabil di sambut oleh pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Sijunjung.

Sekda Dr.Zafnihan.Ap.M.Si mengatakan, "kami atas nama  pemerintah daerah kabupaten Sijunjung mengucapkan ribuan terimakasi yang sebesar besarnya setinggi tingginya kepada bapak presiden republik Indonesia bapak haji Jokowi Dodo kemudian Mentri luar negeri kemudian juga ucapan terimakasih kepada bapak duta besar kita di Thailand dan Myanmar.


"Dan ucapan terimakasi  juga kepada pimpinan kepala Bp2mi pusat berserta seluruh jajaran kepada UPTD Sumatra Barat  tindak pidanan perdagangan orang baik dari pusat sampai ke daerah yang sudah membebaskan bersama 24 warga negara Indonesia lainnya di Myanmar dan di pulangkan ke Indonesia.

"Pemerintah daerah kabupaten Sijunjung semenjak pertama kali mendengar ada berita di Myanmar dan kita dapat infomasi bahwa nya ada salah seorang warga kabupaten Sijunjung yang menjadi korban perdagangan orang," katanya.

"Bapak bupati Sijunjung dan kondinasi kita memintak kepada  Dinas Nakertrans Sijunjung untuk berkoordinasi dengan semua pihak tentunya sesuai kewenganan kita dengan Dinas Nakertrans  provinsi dan kemudian kami ditelpon oleh pak sekda  provinsi  pak wakil gubenur dan bapak gubenur," katanya lagi.

Ia menjelaskan kemudian dengan Bp2mi terus melakukan pemantauan mencari sebanyak banyak nya infomasi bagaimana perkembangan dan upayah pembebasan korban di Myanmar.

"Sekarang ada warga kita yang menjadi korban dengan korndinasi dan kita juga berkoordinasi dengan wali nagari memberikan infomasi apa infomasi yang dapat oleh pemerintah daerah kabupaten Sijunjung dan sesuai dengan kewenganan kita mengejar infomasi dan sampai akhirnya Sabil dapat dibebaskan dan kita setelah sampai di jakarta kita fasilitasi," jelasnya.

Pemerintah daerah kabupaten Sijunjung memfasilitasi dari jakarta Sampai malam ini di jemput oleh kadis. Nakertrans Sijunjung  ke bandara kemudian di antar bersama sama oleh Bp2mi.

Dalam kesempatan ini ia menghimbau untuk masyarakat kabupaten Sijunjung anak anak tentu pada usia kerja betul betul berhati hati selektif dan sensitif menerima tawaran tawaran pekerjaan ke luar negeri memperhatikan sisitim dan prosedul.

Muhammad Husni Sabil membeberkan kronologi, "awal keberangkatan saya dapat info dari teman saya sendiri buat perkejaan tersebut dan disitu kita ada 3 orang, teman saya buat kerja ke thailand dan teman saya ini memperkenalkan langsung dari agen yang berkait dengan orang yang di Malaysia dan disitu kita di interfiu dulu buat sebelum keberangkatan pakai bahasa inggris sama bahasa malaysia," katanya.

"Kebetulan kita yang bertiga itu lolos dan disitu kita diimingin gaji sebanyak 12 sampai 13 juta itu mulai dari pasport sampai biaya biaya transpor tasi dia yang biayain habis pembuatan pasport selesai dibrangkatan seminggu pasport selesai kita langsung brangkat perkejaan itu dijanjikan sebagai operator marketing di bagian komputer," sebutnya.

Ia menjelaskan setelah brangkat dari bandara Sukarno Hatta ke Bangkok stelah sampai di sana kita di jemput bapak bapak 1 orang pakai mobil perjalana dari bandara bangkok 10 jam dan pas disana 10 jam dijalan kita di ganti mobil pakai mobil sedan.

"Setelah dinaikan ke mobil sedan sopirnya cewek 15 menit kemudian dibelokin lagi ke gang kecil dan di ganti mobil lagi pakai mobil supirnya cowo mobil trakhir itu di brangkatin ke jalan jalan jagung dan di antarkan ke sungai dan di biarin ada perahu yang datang sambil meneropong dari sebrang sambil memegang senjata Laras panjang dan disamperin disuruh naik ke perahu dan di sebrangin dan di tungguin lagi sama mobil yang bawa mobil nya 2 orang sampai 5 kali ganti ganti mobil setelah sampai di prusaan tersebut dipriksa sama army army di sana," tutupnya. (Mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.24inews.co.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Ratu Keisya